Mahasiswa dan Pemuda konawe utara Kepung Mabes Polri, Tuntut pencopotan Kapolres Konawe Utara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 20 Mei 2026
- visibility 69
- comment 0 komentar

Jakarta – Gelombang desakan pencopotan Kapolres Konawe Utara kembali mencuat. Sejumlah elemen pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Corong Aspirasi Rakyat Sultra dan Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Hukum Sultra menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Rabu (20/5/2026)
Dalam aksinya, massa menilai Kapolres Konawe Utara telah gagal total menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparat penegak hukum. Mereka menyebut berbagai persoalan kriminalitas, dugaan pembiaran peredaran narkotika, hingga lemahnya pengawasan terhadap berbagai aktivitas ilegal menjadi bukti nyata buruknya kinerja kepolisian di wilayah tersebut.
Koordinator lapangan sekaligus penanggung jawab aksi, Fauzan Dermawan, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar bentuk kritik, melainkan peringatan keras kepada institusi Polri agar segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum.
“Kapolri tidak boleh tutup mata terhadap kondisi yang terjadi di Konawe Utara. Kami menilai Kapolres Konawe Utara gagal menjaga keamanan masyarakat dan gagal menegakkan hukum secara adil. Jika dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian akan semakin runtuh,” tegas Fauzan Dermawan.
Fauzan juga menyoroti maraknya dugaan peredaran narkotika yang menurutnya telah merusak generasi muda di Konawe Utara. Ia menilai aparat kepolisian setempat terkesan lamban dan tidak serius dalam memberantas jaringan narkoba yang semakin meresahkan masyarakat.
“Bagaimana mungkin masyarakat bisa merasa aman jika narkotika beredar secara bebas dan penegakan hukumnya tidak maksimal? Ini bukan persoalan kecil. Ini menyangkut masa depan generasi muda dan keselamatan masyarakat Konawe Utara,” lanjutnya.
Selain isu narkotika, massa aksi juga menyinggung berbagai dugaan tindak kejahatan lain yang dinilai semakin marak terjadi tanpa penanganan serius dari aparat kepolisian. Mereka menilai situasi tersebut menunjukkan lemahnya kepemimpinan di tubuh Polres Konawe Utara.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Kapolri untuk segera:
1. Mencopot Kapolres Konawe Utara secara tidak hormat karena dianggap gagal menjalankan fungsi penegakan hukum.
2. Mengusut tuntas dugaan pembiaran terhadap peredaran narkotika di wilayah Konawe Utara.
3. Mengevaluasi secara menyeluruh kinerja aparat kepolisian di wilayah hukum Polres Konawe Utara.
4. Menjamin keamanan masyarakat serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Aksi yang berlangsung di Mabes Polri tersebut mendapat perhatian dari masyarakat dan pengguna media sosial setelah sejumlah dokumentasi aksi mulai beredar luas. Massa membawa berbagai atribut demonstrasi dengan tulisan “Gagal Total” dan “Lawan Ketidakadilan, Tegakkan Hukum, Selamatkan Generasi” sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi penegakan hukum saat ini.
Sebagai penutup Fauzan Dermawan salah satu putra daerah konawe utara menegaskan bahwa aksi tersebut akan terus dikawal hingga ada langkah nyata dari Mabes Polri. Ia menyebut gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemuda dan mahasiswa terhadap masa depan daerah serta upaya menyelamatkan marwah penegakan hukum.
“Kami akan terus bersuara sampai ada tindakan nyata. Jangan biarkan hukum tumpul ke bawah dan tajam ke atas. Masyarakat Konawe Utara berhak mendapatkan rasa aman dan penegakan hukum yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” tutup Fauzan.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar