Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Aksi Lanjutan, Formasi Desak KPK Panggil dan Periksa Anggota DPR RI Asal Sultra RB dan Eks Kepala BWS Wilayah 4 Kendari

Gelar Aksi Lanjutan, Formasi Desak KPK Panggil dan Periksa Anggota DPR RI Asal Sultra RB dan Eks Kepala BWS Wilayah 4 Kendari

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Himpunan Pemuda 21 Nusantara (HP21N) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Anti Korupsi (Formasi) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan gedung KPK RI, Rabu, 26/11.

Formasi mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil dan memeriksa oknum anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara inisial RB terkait beberapa kasus korupsi dan suap yang diduga melibatkan RB sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Ketua Umum Himpunan Pemuda 21 Nusantara, Arnol Ibnu Rasyid mengungkapkan, bahwa nama RB seharusnya tidak asing lagi bagi KPK. Khususnya terkait kasus suap pada proyek Pembangunan dan Pemeliharaan Jalur Kereta Api.

“Kasus ini sudah lama bergulir, dan RB telah di periksa oleh KPK RI. Namun sampai sekarang RB belum di tetapkan sebagai tersangka” Kata Arnol sapaan akrabnya (red) kepada media ini, Rabu, (26/11/25).

Baca Juga:  Demi Integritas Demokrasi terkait Kontroversi Ijazah Jokowi, Wilson Lalengke Kirim Surat Terbuka ke UNESCO dan ASEAN

Lebih lanjut, Arnol membeberkan bahwa kasus dugaan keterlibatan RB dalam kasus suap dan pungli tidak hanya dalam kasus suap Jalur Kereta Api, namun dalam kasus lain yang berkaitan dengan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Hari ini kami bawa 3 (tiga) kasus yang diduga melibatkan oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial RB yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar”. Jelas Arnol.

Adapun 3 (tiga) kasus yang dimaksud kata Arnol yakni, kasus suap proyek Jalur Kereta Api, kasus pungli dan korupsi proyek P3-TGAI dan kasus korupsi dan pungli dalam kasus pembangunan Rumah Susun serta beda rumah”. Bebernya
Sementara itu, direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo menuturkan, bahwa kasus krusial yang di suarakan di KPK RI hari ini adalah terkait kasus suap proyek Jalur Kereta Api dan kasus korupsi dan pungli dalam kasus Proyek Percepatan Pembangunan – Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

Baca Juga:  pemuda 21 Sultra Apresiasi PT AKP: Dukungan Nyata bagi Mahasiswa Perantauan"

“Untuk kasus suap Jalur Kereta Api, informasinya sementara dikembangkan kembali oleh KPK RI. Harapan kami agar RB ini segera dinyatakan terlibat dan di tetapkan sebagai tersangka”. Ucap aktivis nasional asal Sulawesi Tenggara itu

Sementara itu, untuk kasus korupsi dan pungli P3-TGAI kata Hendro, pihaknya telah melakukan kajian menyeluruh terkait adanya dugaan keterlibatan oknum anggota DPR RI Dapil Sultra inisial RB.

“Data proyek sudah kami kantongi dari berbagai lokasi di Sulawesi Tenggara, dan hampir semua proyek di kerjakan secara secara asal-asalan atau tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis)”. Ungkapnya

Pihaknya menduga, pasca pencairan anggaran proyek P3-TGAI tersebut telah di sunat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga para kelompok petani yang mendapat proyek tersebut tidak mampu mengerjakan sesuai dengan juknis.

Baca Juga:  Laporan Resmi Diterima Divhumas Mabes Polri, Kapolres Konawe Utara Berpotensi Diperiksa

“Kami menduga dari Rp. 195 juta pagu anggaran proyek P3-TGAI per titiknya, yang di terima oleh kelompok petani sudah tidak full. Sehingga itu yang mengakibatkan proyek P3-TGAI banyak yang tidak sesuai dengan juknis serta material yang digunakan tidak seduai dengan yang tertera dalam SK penunjukan”. Bebernya

Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar KPK RI segera melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan korupsi anggaran P3-TGAI yang mengakibatkan pengerjaan proyek tersebut dilaksanakan tidak sesuai dengan juknis atau secara asal-asalan.

“Kami sudah kantongi proyek-proyek P3-TGAI khususnya di Konawe Selatan, jika di bandingkan dengan proyek P3-TGAI di luar daerah sangat jelas perbedaannya, padahal anggarannya semua sama yanki Rp. 195.000.000 (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)”. Tutupnya

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    Innovations Leading Us Towards a Sustainable Future

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Menolak Lupa, GMII Kembali Tekan KPK Soal Penanganan Kasus yang Dinilai Lamban

    Menolak Lupa, GMII Kembali Tekan KPK Soal Penanganan Kasus yang Dinilai Lamban

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Menolak Lupa, GMII Kembali Tekan KPK Soal Penanganan Kasus yang Dinilai Lambanu   Jakarta, [20/01/2026] – Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) kembali menegaskan sikap kritisnya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) yang dinilai lamban dan tidak menunjukkan langkah konkret dalam menangani dugaan tindak pidana korupsi terkait kontrak jasa sewa alat berat bernilai Rp […]

  • “Oknum Kades Diduga Korupsi, LIRA-Sultra: Desak Kejati Sultra”

    “Oknum Kades Diduga Korupsi, LIRA-Sultra: Desak Kejati Sultra”

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Lembaga Aspirasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (SULTRA) mendesak Kejaksaan Tinggi Sultra untuk segera memanggil dan memeriksa oknum Mantan Kades dan Kades Desa Puuwatu, atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Dana Desa Puuwatu, Kecamatan Wawonii Selatan, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Dalam pernyataan resminya, LIRA SULTRA menegaskan bahwa indikasi penyimpangan tersebut harus segera ditindaklanjuti secara serius […]

  • Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken
    DPR

    Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    President Joe Biden was visiting Mother Emanuel AME Church in Charleston, South Carolina, on a campaign stop today when a group of war protesters interrupted his speech. “If you really care about the lives lost here, then you should honor the lives lost and call for a ceasefire in Palestine,” one protester shouted during his […]

  • Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    Luka Doncic’s 32-point night helps Lakers finally win in Denver

    • calendar_month Rab, 15 Jan 2025
    • account_circle Dave McMenamin
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DENVER — It took Luka Doncic only one quarter Saturday to match his highest scoring output from his first three games with the Los Angeles Lakers, tallying 16 points while L.A. built an early lead on the Denver Nuggets. He kept rolling from there — and so did the Lakers — as Doncic finished with a game-high 32 points […]

  • GMII Desak Dirjen Minerba Tolak Penerbitan RKAB CV. Unaaha Bakti Persada

    GMII Desak Dirjen Minerba Tolak Penerbitan RKAB CV. Unaaha Bakti Persada

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta, [08/01/2026] Gerakan Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) dengan tegas mendesak Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Republik Indonesia untuk tidak menerbitkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) aMilik perusahaan CV. Unaaha Bakti Persada, yang diduga kuat telah melakukan pelanggaran serius di sektor pertambangan dan kehutanan.   Berdasarkan data dan temuan yang dihimpun […]

expand_less