” Ketua Bidang Perekonomian dan Investas” BAPEMNUS: Prihatin Terkait Isu Banjir di Sumatra dan Aceh
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jum, 5 Des 2025
- visibility 152
- comment 0 komentar

Jakarta,5,desember, 2025. Adrian Moita, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh. Curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tingginya debit sungai, meluapnya aliran air ke pemukiman, serta terganggunya jalur transportasi dan sektor perekonomian masyarakat.
“Bencana banjir ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyentuh aspek paling dasar dari kehidupan ekonomi warga. Kita sedang melihat bagaimana aktivitas perdagangan, pertanian, distribusi barang, hingga stabilitas investasi lokal ikut terdampak secara signifikan,” ujar Adrian Moita dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, gangguan pada akses jalan lintas, rusaknya infrastruktur publik, serta terhambatnya arus logistik menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan ekonomi wilayah. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terencana, tidak hanya berfokus pada tanggap darurat, tetapi juga pemulihan ekonomi jangka panjang.
Adrian Moita menyampaikan tiga sikap utama dalam merespons situasi ini:
Pertama, mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memperkuat langkah tanggap darurat yang cepat, terukur, dan tepat sasaran, termasuk memastikan ketersediaan bantuan logistik, fasilitas kesehatan, dan perlindungan bagi masyarakat di lokasi terdampak.
Kedua, menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem infrastruktur pengendali banjir, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan jalur drainase, penguatan kawasan rawan banjir, hingga penegakan aturan tata ruang yang sering kali diabaikan. Menurutnya, perbaikan fondasi infrastruktur ini penting agar bencana yang sama tidak terus berulang setiap tahun.
Ketiga, mengajak pelaku usaha, investor lokal, nasional, dan stakeholders lainnya untuk berperan dalam pemulihan ekonomi pasca-banjir, terutama melalui dukungan terhadap UMKM terdampak, pemulihan sektor pertanian, serta pendampingan usaha kecil agar dapat kembali beroperasi.
“Ketahanan iklim investasi sangat bergantung pada ketahanan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Banjir yang berulang menunjukkan adanya celah dalam perencanaan jangka panjang kita. Sudah saatnya pembangunan ekonomi di Sumatra dan Aceh tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi mitigasi risiko bencana,” tegasnya.
Adrian Moita juga mengapresiasi kerja keras para relawan, petugas BNPB, aparat keamanan, pemerintah setempat, dan masyarakat yang telah berupaya maksimal dalam evakuasi serta penyelamatan warga di lapangan. Ia berharap kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak.
“Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa negara hadir. Kita tidak boleh lagi menunggu bencana berikutnya untuk bergerak. Ini adalah momentum untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat infrastruktur, dan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan meski menghadapi tantangan alam,” tutupnya dalam rilis tersebut.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar