Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional »  ” Ketua Bidang Perekonomian dan Investas” BAPEMNUS: Prihatin Terkait Isu Banjir di Sumatra dan Aceh   

 ” Ketua Bidang Perekonomian dan Investas” BAPEMNUS: Prihatin Terkait Isu Banjir di Sumatra dan Aceh   

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 5 Des 2025
  • visibility 200
  • comment 0 komentar

 Jakarta,5,desember, 2025. Adrian Moita, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh. Curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tingginya debit sungai, meluapnya aliran air ke pemukiman, serta terganggunya jalur transportasi dan sektor perekonomian masyarakat.

“Bencana banjir ini bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga menyentuh aspek paling dasar dari kehidupan ekonomi warga. Kita sedang melihat bagaimana aktivitas perdagangan, pertanian, distribusi barang, hingga stabilitas investasi lokal ikut terdampak secara signifikan,” ujar Adrian Moita dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, gangguan pada akses jalan lintas, rusaknya infrastruktur publik, serta terhambatnya arus logistik menjadi ancaman serius terhadap keberlanjutan ekonomi wilayah. Ia menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terencana, tidak hanya berfokus pada tanggap darurat, tetapi juga pemulihan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga:  Sempat di Teror Dan Tolak Upaya Suap, PPI Ungkap Oknum Polisi Yang Terlibat Limbah di Kawasan Berikat Morosi

Adrian Moita menyampaikan tiga sikap utama dalam merespons situasi ini:
Pertama, mendorong Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memperkuat langkah tanggap darurat yang cepat, terukur, dan tepat sasaran, termasuk memastikan ketersediaan bantuan logistik, fasilitas kesehatan, dan perlindungan bagi masyarakat di lokasi terdampak.

Kedua, menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem infrastruktur pengendali banjir, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan jalur drainase, penguatan kawasan rawan banjir, hingga penegakan aturan tata ruang yang sering kali diabaikan. Menurutnya, perbaikan fondasi infrastruktur ini penting agar bencana yang sama tidak terus berulang setiap tahun.

Baca Juga:  Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

Ketiga, mengajak pelaku usaha, investor lokal, nasional, dan stakeholders lainnya untuk berperan dalam pemulihan ekonomi pasca-banjir, terutama melalui dukungan terhadap UMKM terdampak, pemulihan sektor pertanian, serta pendampingan usaha kecil agar dapat kembali beroperasi.

“Ketahanan iklim investasi sangat bergantung pada ketahanan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Banjir yang berulang menunjukkan adanya celah dalam perencanaan jangka panjang kita. Sudah saatnya pembangunan ekonomi di Sumatra dan Aceh tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperkuat fondasi mitigasi risiko bencana,” tegasnya.

Baca Juga:  JNMM Desak Otoritas Setempat Evaluasi Total Perizinan Usaha: Bongkar Praktik "Izin Kafe, Rasa Bar" di Seluruh Jakarta.

Adrian Moita juga mengapresiasi kerja keras para relawan, petugas BNPB, aparat keamanan, pemerintah setempat, dan masyarakat yang telah berupaya maksimal dalam evakuasi serta penyelamatan warga di lapangan. Ia berharap kolaborasi ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak.

“Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa negara hadir. Kita tidak boleh lagi menunggu bencana berikutnya untuk bergerak. Ini adalah momentum untuk memperbaiki tata kelola, memperkuat infrastruktur, dan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan meski menghadapi tantangan alam,” tutupnya dalam rilis tersebut.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Desa Lelewawo, Kec.Batu Putih Kolaka Utara, Resmi Menutup Lahan, Yang di Serobot PT.Kasmar Tiar Raya. 

    Masyarakat Desa Lelewawo, Kec.Batu Putih Kolaka Utara, Resmi Menutup Lahan, Yang di Serobot PT.Kasmar Tiar Raya. 

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Masyarakat Desa Lelewawo, Kec.Batu Putih Kolaka Utara, Resmi Menutup Lahan, Yang di Serobot PT.Kasmar Tiar Raya.   Ratusan Masyarakat Yang Tergabung dalam Lembaga Aliansi Masyarakat Desa Lelewawo Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara Resmi Menutup Aktivitas Pertambangan PT.Kasmar Tiar Raya (PT.KTR) yang memasuki Lahan Milik masyarakat Desa Lelewawo.   Aktivitas Pertambangan PT.KTR sebelumnya telah memasuki […]

  • Steering Committee Musda KNPI Sultra Resmi Tetapkan Kandidat Calon Ketua Umum, Minta Dukungan Pemprov Sultra

    Steering Committee Musda KNPI Sultra Resmi Tetapkan Kandidat Calon Ketua Umum, Minta Dukungan Pemprov Sultra

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

      Kendari 11,Maret,2026— Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara resmi menetapkan Tiga kandidat calon Ketua Umum KNPI Sultra setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan mekanisme organisasi yang telah ditetapkan.   Ketua Steering Committee Musda KNPI Sultra , Amar Ma’aruf.,S.Sos, menjelaskan bahwa seluruh proses pencalonan telah dilakukan secara terbuka, […]

  • Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

    Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyoroti kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan berdasarkan data yang ada kasus dugaan korupsi di Sekretariat Daerah (Setda) […]

  • Dugaan Gratifikasi PT.TMS: Oknum Kades Lengora Pantai  Dilaporkan ke APH Sultra

    Dugaan Gratifikasi PT.TMS: Oknum Kades Lengora Pantai Dilaporkan ke APH Sultra

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Kendari_kamis,04,des,2025. Tentang Dugaan Gratifikasi Atau Suap Dana Kordinasi Tambang Nikel Yang dilakukan Perusahaan PT.Tonia Mitra Sejahtera (PT.TMS) Kepada Kepala Desa Lengora Pantai Kec.Kabaena Tengah, Kab.Bombana. Dalam Gratifikasi atau Suap Di serahkan langsung oleh manajemen PT.TMS Kepada Kades Lengora Pantai, Dalam Bentuk Apresiasi Karna telah banyak Berkontribusi Dalam kelancaran Aktivitas PT.TMS melakukan Penjualan Ore Nickel Di […]

  • *Desak Kejagung RI dan KPK RI Periksa Dugaan Korupsi Dana Desa Andumowu Tahun 2021–2025*

    *Desak Kejagung RI dan KPK RI Periksa Dugaan Korupsi Dana Desa Andumowu Tahun 2021–2025*

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jakarta, 6 Mei 2026 – Konsorsium Pemuda dan Mahasiswa Jakarta (KOMNAS – Jakarta) Puluhan masa mengelar aksi di depan kantor kejaksaan agung RI dan KPK RI bertandangnya kami ke kejaksaan agung RI dan KPK RI untuk mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), […]

  • “Diduga Manipulasi dan Rekayasa Dokumen”: Mahasiswa Adukan Ketua Kadin Sultra di Kejagung RI

    “Diduga Manipulasi dan Rekayasa Dokumen”: Mahasiswa Adukan Ketua Kadin Sultra di Kejagung RI

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    JAKARTA -18-12-2025– Sejumlah kelompok mahasiswa kembali menyuarakan tuntutan keras kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) agar segera memanggil dan memeriksa Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra), Desakan ini didasarkan pada temuan serius terkait dugaan penggunaan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) palsu, manipulasi administrasi, serta praktik penambangan ilegal yang diduga […]

expand_less