Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  1. Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyoroti kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan berdasarkan data yang ada kasus dugaan korupsi di Sekretariat Daerah (Setda) dan Sekretariat DPRD Kab. Konawe Utara mencapai Rp. 700 juta.

Baca Juga:  Dugaan Gratifikasi PT.TMS: Oknum Kades Lengora Pantai Dilaporkan ke APH Sultra

“Dugaan korupsi sebesar Rp. 700 juta diantaranya, pada Setda Konut sebesar Rp. 500 juta dan pada Setwan DPRD Rp. 200 juta”. Ungkapnya kepada media ini, Senin, (19/1/26).

Hendro membeberkan, bahwa dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan Realisasi Belanja Barang dan Jasa pada Tahun Anggaran 2024.

“Jadi Realisasi Belanja Barang dan Jasa senilai Rp. 770 Juta di dua sekretariat tersebut tidak bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya. Sehingga kuat dugaan kami anggaran tersebut telah di tilap oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab”. Terangnya

Baca Juga:  KRITIKAN KERAS TERHADAP AKTIVITAS PERTAMBANGAN PT. SCM DI ROUTA 

Oleh sebab itu, sebagai putra daerah Kabupaten Konawe Utara, Hendro berharap kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe untuk memanggil dan memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) dan Sekretaris Dewan (Setwan) DPRD Konut guna mengusut tuntas kasus tersrbut.

“Harapan kami agar Kejari Konawe bisa segera melalukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi yang terjadi di Setda dan Setwan DPRD Konut”. Harapnya

Baca Juga:  "Oknum Kades Diduga Korupsi, LIRA-Sultra: Desak Kejati Sultra"

Pihaknya menginginkan agar Bumi Oheo bisa bebas dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Kami akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas, kami inginkan agar Bumi Oheo bisa bersih dari praktik KKN” Tutupnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less