Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » CORAK Sultra Bongkar Dugaan Tambang Ilegal PT PUP, FSK Diduga Jadi Aktor Kunci

CORAK Sultra Bongkar Dugaan Tambang Ilegal PT PUP, FSK Diduga Jadi Aktor Kunci

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
  • visibility 131
  • comment 0 komentar

Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026 — Corong Aspirasi Masyarakat Sulawesi Tenggara (CORAK Sultra) menggelar aksi di tiga instansi negara, yakni Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kejaksaan Agung RI, dan Mabes Polri.

 

Dalam aksi CORAK Sultra menyampaikan dugaan aktivitas penambangan ilegal di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Pandu Urane Perkasa (PUP), sekaligus melaporkan dugaan keterlibatan FSK, Direktur PT Wijaya Inti Nusantara (WIN), sebagai pihak yang diduga berada di balik aktivitas pertambangan tersebut.

 

Dugaan tersebut, menurut CORAK Sultra, diperkuat oleh fakta bahwa pada Mei 2026 kepemilikan saham PT PUP telah diakuisisi dan dikuasai 100 persen oleh FSK. Namun, beberapa waktu setelah proses akuisisi berlangsung, muncul dugaan aktivitas pertambangan di wilayah IUP PT PUP, padahal perusahaan tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan administratif dan perizinan.

 

Ketua Umum CORAK Sultra, Fauzan Dermawan, menyatakan bahwa dugaan keterlibatan FSK didasarkan pada kronologi pengambilalihan saham serta keterangan dari pemegang saham sebelumnya yang menyebutkan bahwa mereka sudah tidak lagi memiliki hak maupun kewenangan untuk melakukan aktivitas apa pun di wilayah IUP PT PUP.

 

“Dugaan keterlibatan FSK dalam eksploitasi tambang di wilayah IUP PT PUP didasarkan pada waktu terjadinya aktivitas tersebut yang berlangsung setelah proses akuisisi saham. Selain itu, pemilik saham sebelumnya juga telah menyatakan bahwa mereka tidak lagi memiliki hak untuk beraktivitas di wilayah IUP tersebut karena kepemilikan perusahaan telah beralih sepenuhnya kepada FSK,” ujar Fauzan.

Baca Juga:  *Ketua BAPEMNUS Angkat Bicara, Terkait Isu Yang Beredar di Media Online*

 

Menurutnya, kondisi ini mengarah pada dugaan kuat bahwa aktivitas pertambangan yang terjadi di wilayah IUP PT PUP dilakukan oleh pihak yang berada di bawah kendali manajemen baru.

 

“Sehingga muncul dugaan kuat bahwa aktivitas pertambangan di wilayah IUP PT PUP dilakukan oleh pihak PT WIN yang diduga dilatarbelakangi atau diperintahkan oleh FSK sebagai pemilik baru perusahaan tersebut,” tegasnya.

 

Atas dasar itu, CORAK Sultra menilai perlu adanya langkah hukum yang serius untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan aktivitas pertambangan ilegal tersebut.

 

Dalam rangkaian aksi, massa CORAK Sultra terlebih dahulu mendatangi Dirjen Minerba guna meminta penjelasan terkait status perizinan PT Pandu Urane Perkasa. Mereka mempertanyakan tiga hal pokok, yakni status Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), status sanksi administratif yang pernah dijatuhkan kepada perusahaan, serta pelaporan perubahan kepemilikan saham kepada pemerintah.

 

“Kami mempertanyakan apakah RKAB PT PUP sudah diterbitkan, apakah sanksi administratif yang pernah dijatuhkan telah dicabut, dan apakah pihak manajemen baru telah melaporkan perubahan kepemilikan saham kepada Dirjen Minerba,” kata Fauzan.

Baca Juga:  "Ampuh Sultra, Soroti dan Desak Komisi Yudisial Periksa Hakim Yang Memutus Perkara Owner saraskin"

 

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Dirjen Minerba memberikan penjelasan kepada massa aksi. Berdasarkan keterangan yang diterima CORAK Sultra, RKAB PT PUP disebut belum diajukan, sanksi administratif yang pernah dijatuhkan juga belum diselesaikan, dan perubahan kepemilikan saham perusahaan belum dilaporkan kepada Dirjen Minerba.

 

“RKAB PT Pandu Urane Perkasa belum diajukan. Sanksi yang diberikan juga belum diselesaikan. Adapun terkait pemindahan kepemilikan saham, sampai saat ini belum kami terima atau dilaporkan,” ungkap perwakilan Dirjen Minerba di hadapan massa aksi.

 

Menanggapi penjelasan itu, CORAK Sultra menilai bahwa dugaan aktivitas pertambangan yang terjadi di wilayah IUP PT PUP harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Oleh karena itu, massa aksi kemudian melanjutkan aksi ke Kejaksaan Agung RI untuk melaporkan dugaan keterlibatan FSK dalam aktivitas tersebut.

 

“Kami mendesak Kejaksaan Agung untuk segera memeriksa FSK selaku Direktur PT WIN dan pemilik baru PT PUP. Berdasarkan penjelasan yang kami terima dari Dirjen Minerba, terdapat dugaan kuat bahwa aktivitas yang berlangsung di wilayah IUP PT PUP dilakukan tanpa dasar perizinan yang jelas dan patut diduga melanggar ketentuan yang berlaku,” tegas Fauzan.

Baca Juga:  Laporan Resmi Diterima Divhumas Mabes Polri, Kapolres Konawe Utara Berpotensi Diperiksa

 

Usai dari Kejaksaan Agung, massa aksi bergerak menuju Mabes Polri dan mendesak Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan di wilayah IUP PT PUP serta menelusuri aktivitas yang terjadi di stockpile milik PT WIN.

 

“Kami meminta Dirtipidter Bareskrim Polri turun langsung melakukan pemeriksaan di wilayah IUP PT PUP. Selain itu, kami juga meminta dilakukan penyelidikan terhadap stockpile PT WIN karena terdapat dugaan bahwa material ore yang saat ini ditampung berasal dari aktivitas pertambangan yang patut diduga berasal dari wilayah IUP PT.PUP,” desak Fauzan dalam orasinya.

 

Menutup aksi tersebut, Fauzan menegaskan bahwa CORAK Sultra akan terus mengawal dan menyuarakan persoalan ini hingga terdapat langkah konkret dari pemerintah maupun aparat penegak hukum.

 

“Kami meminta Dirjen Minerba untuk tidak menerbitkan RKAB sebelum seluruh persoalan yang ada diselesaikan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum. Kami juga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap IUP PT PUP serta meminta aparat penegak hukum segera memeriksa FSK dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam persoalan ini. Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai ada kepastian penegakan hukum,” tutup Fauzan Dermawan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    Design Transcended: When Art Meets Technology in Gadgetry

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • BAPEMNUS Desak Pemerintah Transparan Terkait Isu Bandara Khusus IMIP Morowali

    BAPEMNUS Desak Pemerintah Transparan Terkait Isu Bandara Khusus IMIP Morowali

    • calendar_month Jum, 5 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Desember 2025 — Barisan Pemuda Mahasiswa Nusantara (BAPEMNUS) menyoroti isu pembangunan dan pengoperasian Bandara Khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang belakangan menuai perhatian publik. Ketua Umum BAPEMNUS, Nabil Dean, S.Ap, menegaskan bahwa proyek bandara yang dikelola korporasi raksasa harus memenuhi seluruh ketentuan hukum, aspek keselamatan, serta […]

  • Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

    Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta.

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Ampuh Sultra Minta Kejari Konawe Usut Dugaan Korupsi Di Setda dan Sekretariat DPRD Konut Sebesar 700 Juta. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyoroti kasus dugaan korupsi yang terjadi di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan berdasarkan data yang ada kasus dugaan korupsi di Sekretariat Daerah (Setda) […]

  • “Oknum Kades Diduga Korupsi, LIRA-Sultra: Desak Kejati Sultra”

    “Oknum Kades Diduga Korupsi, LIRA-Sultra: Desak Kejati Sultra”

    • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Lembaga Aspirasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (SULTRA) mendesak Kejaksaan Tinggi Sultra untuk segera memanggil dan memeriksa oknum Mantan Kades dan Kades Desa Puuwatu, atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Dana Desa Puuwatu, Kecamatan Wawonii Selatan, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara. Dalam pernyataan resminya, LIRA SULTRA menegaskan bahwa indikasi penyimpangan tersebut harus segera ditindaklanjuti secara serius […]

  • Dugaan Suap Ketua Ombudsman RI Melebar, IMPH Minta Dirut PT TSHI Diperiksa

    Dugaan Suap Ketua Ombudsman RI Melebar, IMPH Minta Dirut PT TSHI Diperiksa

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Mei 2026 — Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur Utama PT Toshida Indonesia (TSHI) berinisial LSO terkait dugaan keterlibatan dalam kasus suap yang menyeret Ketua Ombudsman RI. Desakan itu disampaikan menyusul mencuatnya dugaan praktik suap dalam penerbitan surat koreksi kepada Kementerian Kehutanan terkait […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less